|
Salam Jumpa Bapak/Ibu Pemerhati Manajemen Pembiayaan Kesehatan. Kami sajikan beberapa Artikel/ Jurnal/ Berita dan Agenda sebagai berikut. |
|
Apakah Indonesia Dapat Mewujudkan Cakupan Kesehatan Universal?
Mengatasi Pembiayaan Perawatan Kesehatan Primer yang Tidak Memadai dan Terfragmentasi
Pengeluaran Kesehatan Pemerintah dan Harapan Hidup
Reportase Kegiatan beban Pembiayaan Kesehatan Lansia dan Tantangan Keberlanjutan Sistem Perlindungan Finansial
Layanan Perawatan Berbasis Komunitas sebagai Strategi Cost Effective Menekan Kunjungan Rawat Jalan Lansia di Perkotaan Tiongkok
|
Sistem Asuransi Kesehatan Nasional Indonesia - Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) - merupakan salah satu skema asuransi kesehatan dengan pembayar tunggal terbesar di dunia, yang bertujuan untuk menyediakan layanan kesehatan yang adil dan terjangkau bagi populasi lebih dari 280 juta jiwa. Sejak diluncurkan pada tahun 2014, JKN telah mencapai cakupan pendaftaran yang hampir universal, mencakup 98 % penduduk Indonesia pada 2024. Namun, kemajuan menuju cakupan kesehatan universal – yang dipahami sebagai akses terhadap layanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat, kapan dan dimanapun mereka membutuhkannya, tanpa kesulitan finansial – terhambat oleh defisit pembiayaan dan hambatan operasional yang dihadapi oleh penyedia layanan kesehatan. Dalam makalah ini, kami mengkaji isu-isu kritis yang mempengaruhi implementasi JKN melalui analisis 20 wawancara mendalam dan diskusi kelompok terfokus dengan pejabat pemerintah dan manajer sektor kesehatan di tingkat nasional dan provinsi. Analisis data dipandu oleh kerangka kerja yang menggabungkan elemen-elemen sistem kesehatan dan dimensi akses terhadap layanan. Temuan-temuan menyoroti tantangan yang terus berlanjut meskipun cakupan JKN yang luas, termasuk kesulitan pekerja sektor informal dalam membayar premi, ketimpangan regional dalam akses layanan dan distribusi tenaga kesehatan, ketidakefisienan dalam mekanisme pembayaran penyedia layanan, serta sistem informasi yang lemah untuk melacak anggota yang disubsidi.
Peningkatan perawatan kesehatan primer (public health care/PHC) sangat penting untuk mencapai cakupan kesehatan universal, dengan pembiayaan yang efektif memainkan peran kritis dalam kesuksesannya. Meskipun penekanan pada investasi PHC semakin meningkat, memastikan pembiayaan publik yang berkelanjutan tetap menjadi tantangan besar di negara-negara kawasan Asia Tenggara. Studi ini memberikan gambaran umum tentang skema pembiayaan PHC di Bangladesh, Indonesia, Maladewa, dan Nepal, dengan menyoroti tantangan utama di empat negara tersebut. Sumber data meliputi tinjauan dokumen (87 dokumen dari empat negara) dan wawancara dengan narasumber kunci (21 total). Temuan ini menyoroti pendekatan yang beragam dalam pembiayaan PHC di empat negara tersebut, yang menonjolkan tantangan umum dan spesifik negara. Temuan peneliti menunjukkan bahwa meskipun PHC telah mendapatkan lebih banyak perhatian dalam agenda kebijakan, fungsi pembiayaan PHC yang mendasar masih menghadapi banyak tantangan. Beberapa kendala berasal dari model pembiayaan kesehatan yang ada di negara-negara tersebut, menunjukkan kebutuhan untuk reformasi yang ditargetkan.
Harapan hidup secara luas diakui sebagai indikator fundamental kesehatan populasi, dan peningkatannya sering dikaitkan dengan pengeluaran kesehatan pemerintah,
Sebagai bagian dari rangkaian
Saat ini, terjadi peningkatan jumlah penduduk lansia di berbagai negara. Seiring dengan adanya tren penuaan penduduk, kebutuhan terhadap pelayanan kesehatan lansia juga mengalami peningkatan, salah satunya pada pelayanan rawat jalan. Penelitian Chen et al. (2026) mengkaji mengenai layanan perawatan lansia berbasis komunitas (community-based elderly care services) berkontribusi terhadap pola utilisasi atau pemanfaatan layanan perawatan lansia di wilayah perkotaan Tiongkok. Penelitian tersebut bertujuan untuk menganalisis probabilitas dan frekuensi kunjungan rawat jalan terkait dengan partsipasi dalam berbagai aktivitas layanan perawatan lansia berbasis komunitas

























