Mencapai Cakupan Kesehatan Universal (UHC) di negara berkembang tetap menjadi tantangan besar akibat keterbatasan keuangan, infrastruktur kesehatan yang tidak memadai, ketidakefisienan tata kelola, dan ketimpangan sosial-ekonomi. Studi ini secara sistematis meninjau literatur yang ada untuk menganalisis hambatan utama dan solusi potensial dalam implementasi UHC di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah (LMICs). Penelusuran komprehensif dilakukan pada PubMed, Scopus, dan basis data akademik lainnya untuk mengidentifikasi studi-studi yang telah direview oleh rekan sejawat yang diterbitkan dalam dekade terakhir. Temuan menunjukkan bahwa keterbatasan keuangan, termasuk pengeluaran langsung yang tinggi dan model pembiayaan kesehatan yang tidak efisien, terus membatasi akses terhadap layanan kesehatan. Selain itu, kesenjangan infrastruktur, kekurangan tenaga kerja kesehatan, dan masalah tata kelola memperparah ketimpangan dalam penyediaan layanan, terutama di daerah pedesaan dan populasi terpinggirkan. Meskipun adanya hambatan ini, strategi seperti model layanan kesehatan terintegrasi, subsidi yang ditargetkan, kemitraan publik-swasta, dan inovasi kesehatan digital telah menunjukkan potensi dalam meningkatkan hasil UHC. Namun, efektivitas intervensi ini bergantung pada komitmen politik yang berkelanjutan, implementasi kebijakan yang efisien, dan investasi berkelanjutan dalam ketahanan sistem kesehatan. Tinjauan ini menekankan perlunya pendekatan yang disesuaikan dengan konteks dalam pembiayaan UHC, kerangka regulasi, dan layanan.













